hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memulai usaha dropship

Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Usaha Dropship

Menurut dari Wikipedia, Dropship seperti supply chain, tapi penjual tidak perlu mengadakan barang di tempat mereka, akan tetapi yang perlu mereka lakukan adalah menyampaikan pemesanan barang dari pelanggan ke pemilik barang, kemudian dari pemilik barang itu akan langsung mengirimkan barang pesanan ke pelanggan menggunakan nama dari dropshipper tersebut. 

Dropshipper seperti pedang bermata dua, akan sangat fatal jika tidak di lakukan dengan benar, tapi bisa juga berujung sangat menguntungkan, jika di lakukan dengan benar. Oleh karena itu jika kamu ingin melakukan usaha dropshipping untuk pertama kalinya, simak panduan ini. 

Artikel terkait yang mungkin kamu suka:
Dropship menjadi menarik untuk buka usaha tanpa modal
Dropship dan Reseller Apa Perbedaannya?

Hal yang perlu kamu persiapkan untuk dropshipping!

Hal yang perlu kamu perhatikan untuk usaha dropship

Seperti membuka bisnis pada umumnya, kamu perlu mempersiapkan apa saja yang perlu kamu persiapkan dan perlu perhatian penuh, supaya bisnis kamu bisa berjalan baik. Jika kamu tidak mempersiapkannya, seperti kamu buka usaha makanan, tapi kamu lupa menyiapkan kompor untuk memasak makanan.  

Tentu kami tidak mau hal itu terjadi kan? Yuk simak terus! 

Tentukan Niche Market untuk Toko Kamu Sendiri!

Menurut dari thebalanceSMB, Niche market bagian dari sebuah industry besar yang punya permintaan dan preferensinya sendiri. 

Contoh, kamu ingin membuka toko olah raga, dan tentu kamu tau olah raga itu sangat luas, dari alat olah raga indoor, alat olah raga outdoor dan aksesoris pendukung nya seperti kaos kaki, kacamata renang dan sebagainya.. 

Sebagai dropshipper, kamu perlu menentukan barang apa yang ingin kamu jual, dan itu akan membantu kamu ke depannya, seperti calon pelanggan yang akan kamu targetkan, di bandingkan dengan menjual semua barang di sana. 

Mulailah dari hal yang kecil untuk memulai sebuah bisnis dan dapatkan kepercayaan dari pelanggan kamu. Jika kamu sudah mengumpulkan keuntungan yang cukup, kamu dapat memulai untuk menambahkan barang-barang lain yang sesuai dengan minat dari pelanggan kamu. 

Sekedar informasi saja, Amazon juga melakukan hal yang sama. Jadi jangan takut untuk memulai sesuatu dari hal yang kecil. 

Lakukan Riset untuk Niche Market Kamu!

Mungkin ini bukan untuk dropshipping aja, melainkan untuk semua bisnis. Lakukan riset terlebih dahulu, sebelum kamu memulai sebuah bisnis. 

Alat gratisan yang sangat populer dan tentu dapat membantu kamu untuk riset niche market kamu adalah Google Trends! Google Trends itu sangat membantu kamu untuk memulai sebuah bisnis, terutama untuk dropshipping. 

Kamu bisa melakukan riset dengan memasukan kata kunci barang yang akan kamu jual di negara yang kamu targetkan. Contoh kalau kamu tinggal di Indonesia dan ingin menjual barang di Indonesia, ganti negara nya menjadi Indonesia. 

Dengan demikian, kamu bisa menghindari pertanyaan seperti “jika saya mau menjual barang ini, kira-kira masih oke ga ya?” Setidaknya, kamu punya pegangan sebuah data yang dapat membuat kamu yakin akan niche market yang kamu pilih.  

Perlu tahu, tidak semua barang dapat di dropship!

Perlu kamu tahu, jika mau usaha dropship bahwa tidak semua barang dapat kamu dropship. 

Contoh barang yang tidak dapat kamu masukan untuk bisnis dropship kamu: 

  1. Barang pecah belah 
    Barang pecah belah ini sangat riskan, dan jika ini kamu masukan ke bisnis dropship, kamu tidak akan tau bagaimana cara pemilik dari barang tersebut mengirimkan barang ke pelanggan kamu. Karena jika pecah, kamu bukannya untung malah buntung, kamu harus membayar banyak ganti rugi yang sebenarnya itu bukan kesalahan kamu. Jadi kamu harus menghindari ini 
  1. Barang yang punya nama brand terkenal 
    Sebisa mungkin kamu menghindari penjualan barang yang mempunyai label dari brand terkenal. Kamu tidak akan tahu kedepannya apakah kamu akan berurusan dengan Hak Cipta (Copyright). Karena kalau ada brand yang melaporkan kamu, tentu saja kamu akan di kenakan biaya atas Hak Cipta tersebut dengan nilai yang tidak kecil. 
  1. Barang yang besar dan susah di handle pada saat shipping 
    Misalnya, kamu menjual kembali barang yang besar dengan bobot berat 10kg dengan harga modal 50.000. Tentu saja, dengan berat barang 10KG, ada tambahan biaya pengiriman lagi. Tentu nilai akhir dari penjualan kamu akan sangat tinggi, dan kamu berpotensi kehilangan pelanggan kamu karena harga yang sangat mahal. 

Pilihlah e-commerce yang tepat untuk kamu!

Memilih e-commerce sebagai awal mula dari karir dropshipping kamu, menjadi momen yang penting. Kamu dapat memulai dari e-commerce yang punya trafik nya tinggi.

Kamu dapat melakukan sedikit riset dengan menggunakan Google Trends, dan untungnya adalah kami sudah membantu melakukan riset untuk e-commerce pertama kali yang mungkin tepat untuk kamu. Silahkan baca panduan dari kami di sini. 

Carilah Supplier yang dapat kamu andalkan!

Tentu mendapatkan supplier yang dapat kamu andalkan dan memiliki sejarah penjualan yang baik, dapat membantu kamu untuk memulai bisnis dropshipping. Karena kamu perlu mendapatkan reputasi yang baik juga, jadi penting banget untuk mendapatkan supplier yang dapat kamu andalkan. 

Jika mau mengambil barang dari website internasional, kamu dapat memulainya dari website Alibaba. Jika mau mengambil barang dari lokal, kamu bisa memulai dari toko online yang punya reputasi penjualan yang baik. 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe today

Subscribe our Newsletter