strategi funneling digital marketing

Strategi Funneling Digital Marketing untuk UMKM

Kegiatan Digital Marketing banyak di lakukan oleh berbagai kalangan pengusaha, dari pengusaha kecil hinggal pengusaha besar. Tidak sedikit juga, yang memanfaatkan digital marketing ini buat menaikan omset usaha mereka. Tapi tahu kah kamu, kalau misalnya menjalan digital marketing tanpa strategi yang tepat, justru tidak buat kamu untung, melainkan buntung. Mari, sama-sama belajar strategi digital marketing yang di sebut dengan Digital Marketing Funnel. 

Funnel atau dalam Bahasa Indonesianya adalah corong, merupakan sebuah konsep strategi yang menggambarkan keadaan yang paling luas hingga paling kecil. Sehingga, banyak yang menggunakan ini, untuk menggambarkan strategi yang sedang digunakan. Adapun bagian-bagian dari funnel tersebut adalah awareness, interest, desire dan action. Yuk, mari simak satu-satu. 

strategi digital marketing

Awareness

Awareness adalah tahap perkenalan. Seperti kamu baru buka toko kue, kemudian kamu ingin memperkenalkan toko kue tersebut ke tentangga dan lokasi terdekat dengan toko kamu. Sebagai orang yang awam akan Digital Marketing, tentu kamu akan mencetak brosuk yang banyak dan membayar upah ke orang untuk membantu kamu menyebarkan brosur tersebut. Kegiatan tersebut di sebut dengan Awareness. 

Di Digital Marketing, kamu tidak perlu repot seperti itu. Awareness dapat kamu lakukan secara gratis dan juga berbayar, dan tentunya efektif. Contoh yang gratis dapat kamu lakukan seperti menyebarkan informasi toko kue kamu di Group Whatsapp, Broadcast pesan di Whatsapp, atau memasukannya ke Story Instagram kamu sendiri.

Tentu, tidak semua orang akan langsung datang dan membeli kue kamu. Melainkan, mereka akan melakukan perkenalan dengan usaha dan barang yang kamu jual, dan juga jejak penjualan toko kamu. Jika kamu adalah baru, pastikan kamu menunjukkan sebuah impresi yang baik pada saat perkenalan dengan pelanggan kamu. 

Baca Juga: 5 Istilah Keren di Digital Marketing untuk UMKM

Interest

nterest atau minat. Kamu membuka toko kue di daerah yang kebetulan banyak menjual kue juga. Kemudian, orang-orang pada datang dan keluar dari satu toko kue ke toko lainnya. Apa yang mereka cari dari toko tersebut? Apakah mereka tidak suka dengan kue-kue yang ada di toko tersebut? Jawabannya belum tentu. Justru mereka yang datang ke toko kue kamu, sudah memiliki niat untuk membeli kue dengan rasa kesukaan mereka. Betul kan? 

Di digital marketing, kamu dapat membidik orang-orang yang seperti itu, orang-orang yang sudah mempunyai sebuah minat dan ketertarikan akan sebuah produk yang serupa atau mirip.

Kamu hanya perlu strategi jitu untuk menarik mereka untuk membeli produk kamu. Misalnya saja, kalau toko kue, kamu menyediakan layanan untuk membuat kue ulang tahun untuk anak kesayangan, kamu dapat menampilkan semua koleksi foto kue ulang tahun tersebut. Atau, kamu juga dapat menampilkan semua koleksi kue untuk orang kesayanganmu di hari spesial mereka. 

Dengan demikian, secara tidak langsung menunjukkan bahwa toko kue kamu siap untuk mendukung di hari spesial pelanggan. 

Desire

Kamu sudah perkenalan dengan pelanggan kamu, dan kamu juga sudah beri tahu ke pelanggan, apa yang dapat toko kamu lakukan untuk membuat hari spesial pelanggan kamu bisa lebih cerah dengan kehadiran kue kamu. Tahap ini adalah pelanggan yang sudah mengambil langkah lanjut untuk bertanya detil tentang barang yang kamu jual. Tentu kan, mereka melihat barang kamu, tidak langsung untuk membeli barang tersebut. Mereka akan bertanya, bertanya dan bertanya. 

Tugas kamu adalah untuk menanggapi setiap pertanyaan yang di berikan. Pertanyaan yang masuk, menunjukkan bahwa mereka tertarik dengan produk kamu dan minat untuk membeli nya. Di digital marketing, biasanya orang-orang ini akan masuk ke website kamu, atau profil media sosial kamu dan bertanya di sana tentang barang yang kamu jual. 

Banyak toko kue yang jual barang yang mirip dengan kamu. Tugas kamu, hanya perlu menjelaskan apa yang membuat toko kamu berbeda dari toko kue yang lain, seperti lamanya pembuatan kue, bahan yang digunakan, hingga apakah kue tersebut fresh from the oven atau pelanggan tinggal ambil saja kue yang tersedia. Kamu perlu memastikan, bahwa mereka tidak salah untuk memilih toko kamu dan bertanya lebih lanjut. 

Jangan lupa untuk menggiring jawaban tersebut ke keputusan pembelian. 

Action

Giring jawaban pertanyaan dari pelanggan kamu ke sebuah keputusan pembelian. Untuk masyarakat Indonesia, suka sekali dengan hal-hal kecil seperti gratis ongkos kirim dan juga diskon. Giring mereka dengan memberikan informasi bahwa dari toko kamu ada gratis ongkos kirim dan juga ada diskon untuk periode tertentu.

Pelayanan yang baik, pertanyaan di jawab dengan sopan, di tambah ada promo dari toko kamu, akan membuat mereka tidak ragu untuk mengetik “saya mau beli satu” atau jika kamu punya website, mereka tidak akan ragu untuk menekan tombol beli. 

Evaluasi

Langkah terakhir yang tidak kalah penting, kamu harus evaluasi secara menyeluruh, dari proses awarness hingga tahap action. Apa yang kurang dan perlu di perbaiki? Apa yang sudah baik dan perlu di pertahankan? Apakah bentuk promosi ini sudah cukup dapat menarik orang untuk melakukan pembelian atau enggak? Perlu kamu evaluasi secara matang dan menyeluruh, dan terus lakukan percobaan, sehingga kamu tau tipe karakter dari pelanggan kamu. 

Semoga membantu. 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe today

Subscribe our Newsletter